Temukan ribuan buku digital untuk meningkatkan wawasan Anda
Klik untuk detail
Tahun: 1990
Buku ini menyajikan kumpulan makalah dari Lokakarya Internasional tentang Penilaian Kehilangan Hasil Panen untuk Meningkatkan Pengelolaan Hama pada Sistem Tanam Padi dan Berbasis Padi di Asia Selatan dan Tenggara, yang diselenggarakan oleh IRRI pada Oktober 1987. Publikasi ini membahas konsep, metodologi, dan teknologi kunci dalam menilai kehilangan hasil panen padi akibat hama (serangga, penyakit, dan gulma), dengan penekanan pada pengembangan hubungan kuantitatif antara tingkat serangan hama dan penurunan hasil. Berbagai pendekatan penilaian, baik langsung (eksperimen lapangan, survei) maupun tidak langsung (pemodelan, penginderaan jauh) dijelaskan untuk mendukung penerapan ambang ekonomi dan strategi Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang lebih rasional dan berkelanjutan di kawasan tropis.
Klik untuk detail
Tahun: 2012
Buku ini merupakan panduan standar nasional yang berisi prosedur rutin terakreditasi untuk analisis kimia di laboratorium. Dilakukan penyempurnaan buku dari edisi tahun 2005 dan mencakup metode analisis tanah (termasuk sifat kimia, fisika, hara, logam berat, serta analisis khusus), analisis jaringan tanaman, analisis air irigasi, serta analisis pupuk organik dan anorganik. Prosedur yang disajikan telah divalidasi, dilengkapi dengan pedoman pengendalian mutu, dan digunakan secara luas oleh laboratorium tanah, peneliti, serta akademisi di Indonesia untuk mendukung penelitian kesuburan tanah, rekomendasi pemupukan, evaluasi lahan, dan penilaian kualitas lingkungan.
Klik untuk detail
Tahun: 2002
Untuk meningkatkan profesionalisme dan pengabdian pegawai negeri sipil dan pejabat negara, perlu penetapan peningkatan tugas baik sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat, untuk itu pemerintah telah mengubah Peraturan Pemerintah Nomor : 15, 96, 97, 98 tahun 2001 sebagai pengganti perubahannya peraturan pemerintah nomor : 4, 11, 12, dan 13 tahun 2002.
Klik untuk detail
Tahun: 1956
Deep-rooted crops are essential for efficient nitrogen use in humid tropical soils, but aluminum (Al) toxicity in the subsoil often restricts root growth. Studies on Mucuna pruriens var. utilis reveal that while it shows moderate Al tolerance in controlled laboratory conditions, it tends to develop shallow roots in the field by avoiding Al-rich subsoil when more favorable topsoil is available. This "Al avoidance" response is linked to phosphorus deficiency induced by Al, which promotes preferential root growth near phosphorus sources. These findings suggest that selecting Al-tolerant crops should account for plant responses in heterogeneous soil conditions, not just in uniform media. Additionally, Mucuna’s ability to suppress Imperata cylindrica depends on the speed and duration of shading; reduced growth, such as from topsoil erosion can significantly weaken its effectiveness in weed control.
Klik untuk detail
Tahun: 1993
Ketersediaan lahan produktif untuk usaha pertanian makin terbatas sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Di lain pihak banyak lahan produktif yang menjadi kurang produktif untuk usaha pertanian dan didominasi oleh vegetasi alang-alang, di samping konversi lahan pertanian untuk penggunaan lain. Laju pertumbuhan lahan alang-alang disinyalir sejalan dengan laju perladangan berpindah, sebagai penyebab utama terjadinya lahan alang-alang.
Klik untuk detail
Tahun: 1968
Pasca-kemerdekaan, Indonesiak menghadapi tekanan penduduk yang cepat tanpa diimbangi ekspansi lahan atau peningkatan produktivitas pertanian, mengakibatkan penyusutan kepemilikan lahan dan peralihan Jawa dari pengekspor menjadi pengimpor beras. Sektor perkebunan merosot pasca-nasionalisasi, sementara pertanian rakyat tetap tradisional dengan minim teknologi. Berbagai kebijakan pertanian pemerintah terbukti kurang efektif akibat konsep agraria yang tidak jelas, administrasi lemah, dan inflasi. Ke depan, diperlukan pendekatan terintegrasi yang mencakup peningkatan teknologi, penciptaan lapangan kerja non-pertanian, serta program transmigrasi terpadu guna mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Klik untuk detail
Tahun: 2011
Sebagai tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, penghasil devisa dan dibudidayakan oleh petani dalam hamparan yang luas dibanding tanaman penghasil minyak atsiri lainnya. Balittro yang mempunyai tugas dan fungsi pokok untuk melakukan penelitian tanaman obat dan aromatik menempatkan nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai tanaman utama dalam fokus penelitian yang dilakukan. Penelitian mengenai nilam dari berbagai aspek budidaya maupun pasca panen telah dilakukan oleh Balittro sejak awal 1990-an. Sebagai usaha untuk merangkum kegiatan dan informasi terkait teknologi mengenai nilam yang telah diperoleh hingga saat itu, Balittro menerbitkan buku monograf nilam pada tahun 1998.
Klik untuk detail
Tahun: 2012
Buku ini mengulas kontribusi, pemikiran, dan keteladanan Ir. Sadikin Sumintawikarta dalam pengembangan ilmu dan kebijakan pertanian di Indonesia. Buku ini memuat perjalanan karier, peran strategis, serta dedikasi beliau dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan pembangunan sektor pertanian. Selain itu, publikasi ini menekankan nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan pengabdian yang dapat dijadikan teladan bagi generasi peneliti dan praktisi pertanian. Buku ini menjadi dokumentasi penting dalam sejarah pengembangan pertanian nasional serta sumber inspirasi bagi insan pertanian.
Klik untuk detail
Tahun: 1979
Buku ini merupakan ulasan komprehensif tentang struktur dan bentuk, ditulis dalam bahasa Inggris yang jelas dan modern, serta dilengkapi dengan banyak contoh. Bagian-bagian yang sulit mendapat perhatian khusus. Perbedaan antara penggunaan percakapan dan bentuk tata bahasa yang ketat dijelaskan, tetapi penekanan ditempatkan pada bentuk percakapan.
Klik untuk detail
Tahun: 2025
Dokumen ini menyediakan kerangka kerja bagi Kementerian Pertanian Indonesia (Kementan) untuk menetapkan nilai ekonomi karbon (NEK) di sektor pertanian sejalan dengan Perpres 98/2021 untuk membantu pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan target iklim Indonesia. Bagian pertama merupakan ringkasan dan gambaran umum sumber-sumber emisi dalam subsektor utama di pertanian, opsi-opsi mitigasi, dan instrumen NEK yang relevan. Berdasarkan fondasi ini, peta jalan ini menyediakan kerangka kerja komprehensif yang mencakup evaluasi dan penentuan prioritas opsi mitigasi, penilaian kesesuaian instrumen NEK tertentu, penetapan kesiapan lintas subsektor, dan perincian pendekatan bertahap untuk meningkatkan kapasitas demi implementasi yang efektif.
Klik untuk detail
Tahun: 2025
This document provides Indonesia’s Ministry of Agriculture with a framework for establishing carbon pricing in the agriculture sector, aligned with Indonesia’s Nationally Determined Contribution (NDC) targets and climate goals under Presidential Regulation 98/2021 (PR 98/2021). The first part provides a high-level summary of emissions sources within key agricultural subsectors, mitigation options, and an overview of relevant carbon pricing instruments. Building on this foundation, the roadmap provides a comprehensive framework that includes evaluating and prioritizing mitigation options, assessing the suitability of specific carbon pricing instruments (CPIs), establishing readiness across subsectors, and detailing a phased approach to incrementally develop capacity for effective implementation.
Klik untuk detail
Tahun: 2006
Y. SULAEMAN DAN HIKMATULLAH