Temukan ribuan buku digital untuk meningkatkan wawasan Anda
Klik untuk detail
Tahun: 2003
Buku ini memuat berbagai hasil kajian dan pemikiran ilmiah mengenai potensi, kendala, serta strategi pengelolaan tanah masam dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Prosiding ini menyoroti karakteristik tanah masam, permasalahan kesuburan, serta keterbatasan fisik dan kimia tanah yang berpengaruh terhadap produktivitas lahan pertanian. Pembahasan mencakup pendekatan pengelolaan tanah masam melalui teknologi ameliorasi, pemupukan, pemilihan komoditas adaptif, serta penerapan sistem budidaya yang sesuai dengan kondisi agroklimat. Melalui berbagai hasil penelitian dan diskusi para ahli, prosiding ini menegaskan pentingnya pemanfaatan tanah masam secara tepat guna dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga daya dukung sumber daya lahan pertanian.
Klik untuk detail
Tahun: 2010
Buku ini menyajikan hasil-hasil unggulan penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian pada tahun 2009, yang mencakup tiga klaster utama: data dan informasi spasial lahan (berupa peta kesesuaian lahan, pewilayahan komoditas, dan arahan tata ruang), inovasi teknologi pengelolaan lahan (meliputi teknologi pupuk, pengelolaan lahan rawa, iklim dan air, serta penanggulangan pencemaran lingkungan), serta bahan analisis kebijakan untuk mendukung pertanian industrial berkelanjutan. Hasil-hasil tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi perencanaan, efisiensi pengelolaan sumberdaya, dan daya saing sektor pertanian Indonesia secara berkelanjutan.
Klik untuk detail
Tahun: 1966
Buku ini membahas penggunaan berbagai bahan anorganik dan organik sebagai pupuk, dengan fokus pada tepung batu (Steinmehl) dan bubuk batu bara (Kohlenmehl). Efektivitas pupuk tersebut sangat bergantung pada kesuburan tanah, fase perkembangan tanaman, serta cara aplikasi yang tepat. Sementara tepung batu dianggap bermanfaat untuk perbaikan tanah jangka panjang dan penyediaan unsur hara mikro, hasil penelitian menunjukkan bahwa dampaknya terhadap peningkatan hasil pertanian tidak konsisten. Bubuk batu bara, terutama yang segar atau diolah dengan amonia, dapat meningkatkan hasil, sedangkan yang telah lama tersimpan justru menekan pertumbuhan. Bahan organik seperti tang (alga), kulit kayu ger, dan serbuk gergaji juga dievaluasi sebagai sumber hara dan bahan pembenah tanah, dengan penekanan pada pentingnya pengolahan dan penambahan unsur pendukung seperti nitrogen untuk optimalisasi fungsi.
Klik untuk detail
Tahun: 2003
Buku ini memuat berbagai kajian ilmiah yang membahas peran strategis lahan pertanian tidak hanya sebagai sumber produksi pangan, tetapi juga sebagai penyangga fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prosiding ini menyoroti fenomena alih fungsi lahan pertanian serta dampaknya terhadap ketahanan pangan, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan pertanian. Pembahasan dalam prosiding mencakup aspek sumber daya lahan, agroklimat, kebijakan pertanian, serta implikasi konversi lahan terhadap produktivitas dan daya dukung lahan. Melalui hasil penelitian dan diskusi para ahli, prosiding ini menegaskan pentingnya pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan dan perlunya pengendalian konversi lahan untuk menjaga fungsi multifungsi lahan pertanian dalam mendukung pembangunan nasional.
Klik untuk detail
Tahun: 1997
Prosiding pertemuan tahunan ke-9 jaringan ASIALAND ini menyajikan berbagai studi dan pengalaman dari tujuh negara Asia mengenai adopsi teknologi konservasi tanah oleh petani di lahan lereng. Isinya mencakup analisis kendala adopsi teknologi, strategi diseminasi melalui pendekatan partisipatif, peran kebijakan pemerintah dan insentif, serta pentingnya koordinasi antar peneliti, penyuluh, petani, dan pembuat kebijakan untuk mencapai adopsi yang berkelanjutan. Teknologi seperti alley cropping, agroforestri, dan strip vegetatif alami dievaluasi keefektifannya, dengan penekanan pada perlunya teknologi yang sederhana, menguntungkan secara ekonomi, dan sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi petani.
Klik untuk detail
Tahun: 1989
Buku ini merupakan kompilasi hasil kegiatan survei dan pemetaan tanah yang bertujuan menyediakan informasi sumber daya tanah sebagai dasar perencanaan pembangunan wilayah. Prosiding ini disusun untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya lahan secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, khususnya di Provinsi Riau yang memiliki keragaman kondisi fisiografi dan potensi lahan yang besar. Isi prosiding memuat hasil identifikasi dan klasifikasi tanah, penyajian sebaran jenis tanah, sifat fisik dan kimia tanah, serta potensi dan kendala lahan untuk berbagai penggunaan, terutama sektor pertanian. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk deskripsi satuan lahan, peta tanah, dan interpretasi kemampuan serta kesesuaian lahan. Data hasil survei ini menjadi landasan penting dalam perencanaan tata guna lahan, pengembangan pertanian, serta pengelolaan sumber daya alam di tingkat regional.
Klik untuk detail
Tahun: 1978
Buku ini merupakan upaya kolaboratif internasional pertama untuk menyusun peta tanah seluruh benua dengan legenda seragam, yang memungkinkan korelasi dan perbandingan satuan tanah secara global. Dilaksanakan sejak 1961, proyek ini mengisi celah pengetahuan tentang potensi tanah dunia dan menjadi instrumen penting dalam perencanaan program pembangunan pertanian dan ekonomi. Volume terakhir ini membahas tanah di kawasan Australia, Papua Nugini, Selandia Baru, dan kepulauan Pasifik, melengkapi seri sepuluh volume yang menyajikan peta disertai penjelasan tekstual untuk setiap wilayah utama di dunia.
Klik untuk detail
Tahun: 2011
Buku Prosedur Operasional Standar (POS) Budi Daya Padi Sawah disusun sebagai pedoman teknis dalam penerapan sistem budidaya padi sawah yang baik, efisien, dan berkelanjutan. Dokumen ini bertujuan untuk menyeragamkan praktik budidaya padi sawah agar produktivitas, efisiensi penggunaan input, serta kualitas hasil panen dapat ditingkatkan secara optimal sesuai dengan kondisi agroekosistem di Indonesia. POS ini dirancang berdasarkan hasil penelitian, pengalaman lapangan, dan rekomendasi teknologi yang telah teruji secara ilmiah.
Klik untuk detail
Tahun: 1994
Prosidings ini menyajikan hasil seminar dan workshop tahun 1993 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan CSIRO Australia dengan dukungan AIDAB, yang bertujuan mengevaluasi dan mengembangkan basis data iklim dan tanah untuk mendukung pertanian, kehutanan, dan konservasi berkelanjutan di Indonesia. Melalui pendekatan interdisipliner, prosiding ini memaparkan berbagai makalah ilmiah yang mencakup sistem pakar agroekologi, pemodelan pertumbuhan tanaman (PLANTGRO), teknik interpolasi data iklim, pengembangan basis data meteorologi, serta integrasi sistem informasi geografis (GIS) untuk perencanaan tata guna lahan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah dalam pengambilan keputusan yang tepat guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Klik untuk detail
Tahun: 1959
The book discusses about interrelationship between plants and soil as an integrated system that supports plant growth and productivity. It emphasizes the role of soil physical, chemical, and biological properties in influencing nutrient availability, root development, and plant physiological processes. The book also examines how plant activities, particularly root systems and root exudates, affect soil structure, microbial activity, and nutrient dynamics. An interdisciplinary approach combining soil science and plant physiology is employed to explain the mechanisms underlying plant–soil interactions. This work serves as an important reference in agricultural and agronomic studies, especially in understanding the fundamentals of soil fertility and sustainable crop management.
Klik untuk detail
Tahun: 2009
Buku ini merupakan kompilasi sistematis yang disusun oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Bogor, 2009) untuk mendokumentasikan berbagai varietas padi unggul yang telah dilepas di Indonesia selama lebih dari enam dekade. Publikasi ini mencakup deskripsi teknis varietas padi sawah, padi gogo, padi rawa pasang surut, padi hibrida, padi tipe baru, serta padi introduksi dari IRRI dan lembaga lainnya, dilengkapi dengan informasi morfologi, agronomi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta data hasil potensial. Buku ini dimaksudkan sebagai referensi bagi peneliti, penyuluh pertanian, mahasiswa, dan petani dalam memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan spesifik wilayah pengembangan.
Klik untuk detail
Tahun: 2010
Buku ini merupakan pemutakhiran dari edisi sebelumnya dan menyajikan informasi komprehensif mengenai varietas unggul baru (VUB) yang dikembangkan hingga tahun 2009. Buku ini memperkenalkan sistem penamaan VUB berdasarkan ekosistem, yaitu Inpari untuk sawah irigasi, Inpara untuk rawa, Inpago untuk lahan kering, serta Hipa untuk padi hibrida, menggantikan penamaan berbasis nama sungai. Terdapat deskripsi rinci lebih dari 100 varietas padi yang meliputi karakteristik morfologi, agronomi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, kualitas beras (termasuk kadar amilosa dan indeks glikemik), serta potensi hasil. Publikasi ini bertujuan sebagai panduan bagi pengguna dalam memilih varietas yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi dan musim untuk mencapai produktivitas optimal.